Nelayan Kesulitan Dapatkan Solar

0
13

Kruesemangat.com, Lhoksukon – Ratusan nelayan sejumlah pesisir Aceh Utara kesulitan memperoleh dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu solar dan bensin, sehingga mereka tak bisa melaut. Kondisi ini sudah berlangsung lama, tapi sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah.

“Di kawasan saya, ada sekitar 160 boat dengan jumlah nelayan mencapai 850 orang dari tiga desa. Mereka setiap hari mengeluhkan sulitnya memperoleh solar,” lapor Panglima Laot Lapang, Hasantim, Senin (11/3). Mereka berasal dari Kuala Cangkoi, Kuala Keureuto, dan Matang Baroh.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di kawasan Lapang saja, tapi juga terjadi di sejumlah kecamatan lainnya seperti di Kecamatan Seunuddon, Tanah Pasir, Samudera, Tanah Jambo Aye, dan Syamtalira Bayu. “Saya mengetahui kondisi ini juga terjadi di kecamatan lain. Karena, ketika mencari BMM ke daerah lain, mereka juga mengeluhkan hal yang sama,” katanya.

Menurut Hasantim, dirinya sudah pernah mengeluarkan rekomendasi kepada nelayan supaya dapat memperoleh BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat. Namun, pihak SPBU tidak memberikan dengan berbagai alasan. “Kami tak tahu lagi bagaimana cara mengatasinya. Sementara nelayan setiap hari mengeluhkan masalah ini,” ujar Hasantim.

Ridwan (40), pedagang pengecer minyak di Tanah Jambo Aye kepada Serambi juga menyebutkan hal serupa. “Kami juga kesulitan memperoleh BBM di SPBU yang ada di Aceh Utara, seperti di Jambo Aye, dan Baktiya Barat. Sementara nelayan setiap hari datang ke kios kami untuk membeli solar dan bensin,” ujar Ridwan.

Ditambahkan, karena kesulitan memperoleh solar di kawasan ini, sehingga nelayan terpaksa mencari minyak ke kabupaten lain seperti di Aceh Timur, dan Kota Langsa. “Mereka harus membeli solar di tempat yang lain dengan harga yang lebih mahal, karena bertambah ongkos pengakutan lagi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Panglima Laot Seunuddon, M Hasan Ishak kepada Serambi kemarin. Ia menyebutkan, jumlah boat di kawasannya mencapai 800 dengan jumlah nelayan sekitar 1.400 orang yang berasal dari delapan desa.

“Kami juga kesulitan mencari solar, sehingga nelayan di kawasan kami tak bisa melaut secara maksimal, karena tak cukup BBM,” pungkas Hasan.

Sementara Panglima Laot Samudera, Syafi’i Affan yang dihubungi Serambi secara terpisah menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati dinas untuk mendapat solusi terhadap persoalan ini. Karena, sebagian nelayan bisa mendapatkan solar, tapi sebagian lainnya tidak bisa memperolehnya. “Sudah sekitar 15 hari lebih, nelayan di kawasan kami kesulitan memperoleh solar,” lapor Syafi’i.

Menyusul masalah tersebut, Panglima Laot Samudera juga berharap kepada pemerintah supaya segera mencari solusi persoalan ini. Sebab, jika persoalan itu berkelanjutan dapat menyebabkan nelayan kehilangan pencaharian.

(ryan)