Aceh deklarasi bersama tolak pornografi

0
8

Kruesemangat.com, Banda Aceh – Pemerintah Aceh bersama dengan unsur Forkopimda Aceh dan pemangku kepentingan lainnya menggelar deklarasi bersama menolak pornografi dalam upaya menjaga generasi penerus dari ancaman pengaruh buruk globalisasi.

Deklarasi bersama yang dibacakan dan ditandatangani langsung Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin dan diikuti oleh berbagai pihak termasuk siswa sekolah.

“Kampanye ini sangat penting sebagai bagian dari kebulatan tekad kita untuk melindungi dan menyelamatkan generasi muda Aceh dari bahaya pengaruh negatif globalisasi. Kita tahu bahwa era globalisasi yang berkembang dewasa ini tidak hanya menghadirkan hal positif seperti teknologi baru yang memudahkan kerja-kerja kita, tapi juga memudahkan masuknya kejahatan-kejahatan global, termasuk pornografi,” katanya.

Ia mengatakan pornografi adalah konten berbentuk gambar yang menyimpang dari norma dan budaya universal sehingga perlu dilakukan langkah-langkah sejak dini dalam menjaga generasi di masa mendatang.

“Dekralari bersama tersebut menolak pornografi dalam bentuk apa pun, mengajak seluruh komponen masyarakat melakukan upaya pencegahan penyebaran konten pornografi dan membentuk generasi muda milenial yang antipornografi,” katanya.

Menurut Nova, salah satu pemicu mudahnya mengakses pornografi adalah tersedianya jaringan internet, di mana berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyebutkan, hingga Januari 2018, dari total 265,4 juta penduduk Indonesia, sebesar 50 persen atau sejumlah 132.7 juta merupakan pengguna internet dan sebesar 49 persen atau 130 juta orang merupakan pengguna aktif media sosial.

Plt Gubernur mengibaratkan kehadiran jaringan internet sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, sangat banyak menghadirkan kemudahan dalam mendukung kerja-kerja dan aktivitas sehari-sehari, namun di sisi lain internet juga bisa menghadirkan masalah.

“Gerakan Tolak Pornografi! merupakan bentuk pernyataan perang masyarakat Aceh terhadap pornografi. Saya berharap semua lembaga publik, pihak swasta dan elemen masyarakat mendukung langkah ini, sehingga kita dapat menyelamatkan generasi muda Aceh dari kerusakan moral,” kata Nova yang turut didampingi Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati.

(ryan)