Adi Laweung: Mualem Suarakan Referendum bukan Karena Kecewa dengan Hasil Pilpres

0
42

Kruesemangat.com, Banda Aceh – Dilansir dari serambi.com, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Suadi Sulaiman, menjelaskan bahwa referendum yang disuarakan oleh Muzakir Manaf alias Mualem, bukan atas dasar kekecewaan hasil pemilihan presiden 2019.

“Statemen ini Mualem lontarkan bukan atas dasar kekecewaan hasil pemilihan presiden 2019, melainkan sebagai tanggung jawab dirinya sebagai Panglima GAM,” kata Suadi yang akrab disapa Adi Laweung ini kepada Serambi.

Mantan Juru Bicara Partai Aceh ini menjelaskan, perjanjian damai untuk mengakhiri konflik Aceh sudah dilalui selama belasan tahun, tetapi Pemerintah Pusat seperti main-main dengan amanat perdamaian tersebut.

Menurut Adi Laweung, amanat perdamaian itu merupakan kedaulatan Aceh yang wajib diakomodir dan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Apalagi perjanjian damai itu ditandangani oleh Pemerintah RI setelah mendapatkan kesepakatan dan persetujuan DPR RI.

“Akibat Pemerintah Pusat tidak menjalankan amanat perdamaian ini, maka kami mengusulkan referendum, ” ujarnya.

Di sisi lain, jika ada peselisihan para pihak yang tidak selesai dibahas bersama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pimpinan Politik Gerakan Aceh Merdeka (GAM), maka harus merujuk kembali pada bagian penutupan MoU Helsinki yang termaktub pada point 6.1.

“Seyogyanya semua pihak kembali membaca dan memahami substansi MoU itu dengan utuh,” demikian Adi Laweung.

(ryan)