Warga Aceh Barat Mundur Karena Malu, Lantaran Rumah Penerima PKH “Dilabeli” Keluarga Tidak Mampu

0
12

Kruesemangat.com, Meulaboh – Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat mulai menempel stiker “keluarga tidak mampu penerima bantuan PKH” secara serentak di seluruh Aceh Barat. Penempelan stiker secara simbolis di Gampong Keude Aron, Kecamatan Kaway XVI, Rabu (29/1/2020) .

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Sosial Aceh Barat, camat, serta unsur muspika serta pendamping Program Keluarga Harapan Aceh Barat dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) .

Kepala Dinas Sosial Aceh Barat, Bismi, menyebutkan jumlah penerima bantuan (PKH) Aceh Barat saat ini mencapai 9.900 orang yang tersebar di-12 kecamatan. Dijelaskan Bismi, setiap rumah penerima bantuan PKH dalam waktu dekat ini wajib ditempelkan stiker tersebut.

Bismi mengharapkan dengan adanya bantuan PKH, masyarakat bisa terbantu dan dapat hidup mandiri dan terlepas dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Koordinator Wilayah PKH Aceh 1, Mizar Liyanda mengatakan penempelan stiker di rumah peserta PKH merupakan wujud transparansi data PKH. Dengan begini masyarakat sudah tahu siapa saja penerima bantuan sosial PKH dan dapat menjadi kontrol sosial di masyarakat jika ada peserta yang sudah mampu untuk segera dikeluarkan dari program.

Sebagai upaya mengubah pola pikir masyarakat yang sudah mampu untuk memiliki rasa malu dan segera mengundurkan diri dari peserta PKH, kata Mizar.

Ia menyebutkan sejak isu pemasangan stiker di rumah-rumah peserta PKH digemburkan, pelan-pelan terus menerima laporan hampir setiap kecamatan ada yang mengundurkan dari peserta PKH.

Data pastinya belum terkumpul semua. Alasan masyarakat bermacam-macam, paling sering karena merasa sudah mampu dan merasa malu karena ditempel stiker tersebut, katanya.

(ryan)